Membuat Situs E-commerce Sendiri

Membuat Situs E-commerce Sendiri

Buat Anda yang ingin membangun sebuah bisnis online yang menguntungkan, salah satu cara yang bisa kita lakukan adalah dengan membangun sebuah toko online atau online shop. Toko online ini bisa kita gunakan untuk menjual produk kita sendiri atau bisa juga untuk menjual produk orang lain dengan sistem reseller atau dropship.

Ada banyak hal yang harus dipersiapkan ketika Anda merencanakan untuk menjalankan bisnis e-commerce. Anda harus memikirkan dengan matang mengenai produk apa yang akan Anda jual, entah Anda akan membuat produk tersebut sendiri atau menggunakan supplier. Namun ada hal penting lain yang juga harus Anda perhatikan, yaitu apakah Anda akan menjual secara langsung produk Anda melalui situs e-commerce Anda sendiri ataukah akan menggunakan situs pihak ketiga seperti eBay atau situs e-commerce lain.

Dalam artikel kali ini, kami akan mencoba membantu Anda memberi panduan mengenai aspek-aspek yang harus diperhatikan saat Anda akan memilih untuk menjalankan bisnis e-commerce.

Sebenarnya kita bisa saja langsung memasarkan produk di #media sosial, misalnya Facebook dan tidak harus membangun toko online sendiri. Namun cara seperti ini menurut saya tidak efektif untuk jangka panjang. Akan lebih baik kita membangun sebuah toko online sendiri, dan mempromosikan toko online kita tersebut di media sosial. Dengan cara seperti ini kita bisa membangun brand dan terlihat lebih profesional dalam membangun sebuah bisnis jangka panjang di internet.

Bagi sebagian besar orang yang masih awam, membangun sebuah toko online itu adalah sesuatu yang sangat sulit dan memusingkan. Namun, sebenarnya membuat sebuah toko online untuk bisnis tidaklah sesulit yang dibayangkan asalkan Anda mau belajar. WordPress adalah salah satu platform yang bisa kita gunakan untuk membangun sebuah toko online yang profesional, yang kita perlu kita siapkan adalah nama domain untuk website, hosting, dan juga template untuk toko online tersebut.


1. Biaya

Salah satu pertimbangan terbesar saat memulai sebuah bisnis adalah berapa banyak biaya yang akan Anda keluarkan untuk menjalankannya. Situs e-commerce pihak ketiga memiliki keunggulan dalam aspek ini,  karena membuat akun dan menjual produk Anda melalui situs ini tidak dikenakan biaya apapun. Sedangkan jika Anda ingin membangun sebuah situs e-commerce Anda sendiri, tentu akan ada biaya yang harus dikeluarkan seperti untuk membeli nama domain, membayar biaya bulanan untuk hosting, dan biaya tambahan lainnya. Anda juga mungkin harus membayar seorang desainer web untuk membuat situs e-commerce Anda menjadi lebih menarik.

Namun situs e-commerce pihak ketiga pun tidak sepenuhnya gratis, mereka juga tetap mencari keuntungan. Beberapa situs e-commerce meminta persentase keuntungan dari penjualan Anda sebagai biaya operasional yang mungkin bisa menjadi lebih mahal dibanding pembuatan biaya sebuah situs baru. Jadi pilihan mana yang lebih baik? Kembali lagi semua tergantung pada kebutuhan Anda. Jika Anda masih berencana melakukan uji pasar mengenai respon dan penjualan produk Anda, menggunakan pihak ketiga adalah pilihan yang tepat. Namun jika Anda sudah berpikir jangka panjang atau bisnis Anda sudah kuat, membangun situs e-commerce Anda sendiri dapat menjadi investasi yang baik untuk masa depan bisnis Anda.

2. Exposure

Salah satu tantangan terbesar yang akan Anda hadapi pada periode awal menjalankan bisnis adalah menarik pelanggan. Dalam hal ini, situs e-commerce pihak ketiga mampu mengambil keuntungan, karena mereka mampu mengekspos produk Anda ke basis pelanggan yang sudah ada. Jika Anda membangun situs Anda sendiri, Anda masih perlu memasarkan produk secara online, serta bekerja untuk meningkatkan peringkat SEO situs Anda.

Namun, seperti pada sepek biaya, hal ini merupakan keuntungan jangka pendek vs keuntungan jangka panjang. Meskipun situs e-commerce pihak ketiga sudah memilik modal awal basis konsumen yang cukup kuat, Anda harus ingat bahwa Anda juga masih perlu melakukan promosi sendiri untuk produk Anda. Anda memang akan memperoleh penjualan lebih mudah, tapi jangka panjangnya adalah orang-orang akan lebih mengetahui situs pihak ketiga Anda, bukan bisnis Anda. Sedangkan jika Anda membuat situs Anda sendiri, orang-orang akan mengetahui bisnis Anda secara utuh.

3. Keberlanjutan Bisnis

Jika Anda sedang membangun sebuah bisnis online, Anda tentu ingin memastikan bahwa situs e-commerce Anda akan terus dapat bertahan selama yang Anda butuhkan. Jika Anda membangun bisnis Anda sendiri, Anda tidak perlu khawatir toko Anda akan tutup selama Anda menggunakan supplier terkemuka dan menjaga hal-hal pendukung lainnya tetap berjalan dengan baik. Namun, jika Anda memilih untuk menggunakan situs e-commerce pihak ketiga, ada resiko situs tersebut akan tutup. Jika hal itu terjadi, Anda tentu akan mengalami kesulitan. Salah satu manfaat terbesar dari membangun situs e-commerce Anda sendiri adalah bahwa Anda akan memiliki kontrol penuh terhadap bisnis Anda dan tidak akan menghadapi kekhawatiran bisnis Anda akan berakhir karena situs pihak ketiga yang Anda gunakan harus ditutup.

Kesimpulan

Setelah membaca berbagai aspek di atas, Anda mungkin sudah memiliki gambaran tersendiri mengenai pilihan mana yang akan Anda gunakan.  Jika Anda hanya ingin menjalankan sebuah bisnis kecil sebagai hobi dan tidak ada keinginan untuk menjadikannya tumpuan utama Anda, menggunakan situs e-commerce pihak ketiga adalah pilihan yang tepat. Namun jika Anda berencana mengembangkan bisnis kecil Anda menjadi besar, ada baiknya Anda juga mulai mencicil untuk membuat situs e-commerce Anda sendiri.

Bengkel-Software.com menyediakan aplikasi eCommerce, jika anda ingin membangun bisnis anda sendiri untuk demo silahkan klik link demo

Salam,

Fadjar (08155031074)
email: fadjarefendy@gmail.com

Dipost Oleh Fadjar

System Analyst, Programmer dan penulis yang peduli dengan semua hal, Coding PHP, Oprek Program, Reading, Writing, Internet Browsing, Travelling.

Post Terkait